Minggu, 30 April 2017

Kapan??

Semalem baca digrup alumni SMA ku dulu, ada salah satu teman yang memposting gambar undangan pernikahan, bukan undangan nikahan dia tapi punya adek kelas yang jauh dibawah kita. Hingga akhirnya diujung postingan itu terkutip kata yang menyiratkan kata "aku kapan yaa?".

Nikah, tema ini emang gak pernah habis buaat diobrolin di usia-usia 20an kayak aku sekarang. Entah hanya sebuah candaan, hanya basa-basi untuk memulai obrolan, hingga serius menjadi sebuah pembahasan.
Aku yakin setiap orang punya masanya dan momentnya sendiri-sendiri. Gak harus yang tua nikah duluan atau sebaliknya karena yang aku yakini jodoh, rejeki, dan mati sudah Ia tuliskan sejak manusia belum lahir di dunia. Entah kapan dan bagaimana kita tak pernah tau ia akan datang, tugas kita hanya mengikhtiyarkan. 

Tak ada yang salah memang jika orang lain mulai bertanya "kapan nikah?" atau "Calonnya mana nih?" dan lain sebagainya, karena di society kita yang memanganggp bahwa kita sudah selayaknya menikah. Padahal gak ada kan yang bilang kalau kamu cewek usia 25 tahun harus udah nikah!  Buat kamu yang sering ditanyain tentang ini sama mereka keep clam sob, sampai kamu tua pun akan selalu ada pertanyaan pertanyaan yang akan mereka pertanyakan. Kamu udah nikah bakal ditanya kapan punya anak? udah punya anak akan ditanya kapan punya rumah? udah punya rumah akan ditanya kapan punya mobil, gitu aja terus sampai kamu meninggal. Bahkan ketika meninggalpun kamu akan ditanyai malaikat juga kan?

Tapi apapun itu, kitalah yang paling mengerti keadaan dan kondisi yang kita alami saat ini sekarang, dan kita sendiri jugalah yang bisa mengatur bagaimana kita menerima setiap pertanyaan yang datang. Akankah kita menjadi rendah hati atau berlapang hati, kita sendiri yang bisa mengendalikan. Mungkin kamu punya prioritas sendiri yang harus kamu utamakan atau ada kesulitan yang harus kamu selesaikan. lagipula siapa sih yang tidak pengen nikah? menemukan pasangan hidup yang akan menemani sampai tua nanti.

Jadi menurutku, kita gak perlu memaksakan dan mendengarkan setiap penilaian orang. Cukup persiapkan diri kamu aja untuk apapun yang ingin kita raih dan hadapi nanti. Dan untuk kalian yang sering bertanya kapan, pahamilah bahwa mereka yang kau tanyai pasti punya alasan, jika ingin bertanya pastikan kamu punya solusi dan bertanya dengan sebaik-baiknya sikap dan pertanyaan...

Hallo May!

Welcome May!
Mari kita mulai may ini dengan suatu yang baik, karena jika kita menginginkan hasil yang baik di akhirnya kita mulai dengan suatu yang baik pada awanya...
Apa rencanamu di bulan mei ini?
Mari kita persiapkan sebaik-baiknya... 
Apa capaian yang ingin kamu raih?
Mari kita jaga semangat kita untuk meraihnya...
Adakah problem yang belum terelesaikan? 
Mari kita selesaikan sedikit demi sedikit dengan hati yang lebih terbuka.... 
Adakah penyesalan yang masih tertinggal?
Mari kita perbaiki yang bisa kita perbaiki, tak ada kata terlambat untuk memulai lagi...

Welcome May!
Kami tak menyambutmu, kami hanya ingin mengingatkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi...
Bahwa waku yang ada begitu teramat berharga, bahwa banyak kesemptan yang tak boleh terlewat sia-sia..
Tak melupakan april lalu, hanya belajar menerima dan memperbaiki  apapun yang telah kita goreskan...
Mengingatkan kembali bahwa meski masa lalu tlah terjadi, namun kita masih memiliki hari ini...