“Jadi cewek jangan galak-galak fa”
“ Emang kenapa?”
“Nanti cowok nggak ada yang suka”
Begitulah percakapan saya dengan salah satu teman saya. Meskipun
teman saya hanya bercanda dan kami terkadang memang membahas banyak hal yang remeh
tapi akhirnya membuat saya befikir.
Kata mereka, jadi wanita harus cantik, harus bisa merawat diri,
ramah, sering tersenyum supaya tidak semakin terlihat ‘suram’ agar laki-laki tidak
takut, kalau tidak cantik setidaknya kamu harus pintar karena laki-laki
menyukai wanita yang pintar, kalau kamu tidak pintar setidaknya kamu punya
kemampuan yang bisa dibanggakan. Kalau tidak demikian, mana ada
laki-laki yang mau sama kamu?!
Hal ini pun tanpa sadar didukung oleh lingkungan kita, lihat saja
bagaimana iklan di TV menawarkan produk mereka. Bedak jerawat misalnya, Bermula
dari wajah wanita sang lakon iklan berjerawat perhatian semua orang terpusat
padanya dan menertawakannya, lalu ketika sang wanita sudah memakai produk bedak
jerawat tsb, strrrriiiiingg.... muka langsung mulus bebas dari jerawat. Kini, sang
wanita tetap diperhatikan oleh pria-pria disekitarnya namun dengan tatapan
kagum, terpesona sampai laki-laki dalam iklan terjatuh dari sepedanya. Duh! Akhirnya wanita juga mempunyai mindset bahwa yang keren adalah mereka yang memiliki banyak perhatian laki-laki. Hingga berlomba-lomba agar di puji, agar di sukai.
Jika memang demikian, betapa tidak beruntungnya kita yang dilahirkan sebagai seorang wanita, seolah vonis terberat dalam hidup seorang wanita adalah tidak disukai oleh kaum pria, dan seolah tujuan hidup seorang wanita terus mendapatkan pehatian dan membuat laki-laki terkesan. Dalam Islam wanita berkedudukan sama dengan laki-laki dalam ibadah, namun memiliki peran masing-masing. Islam tidak memandang wanita hanya dari cantik atau disukai banyak orang namun ia mulia karena ketaatannya sebagai hamba kepada Tuhannya. Bahkan dijadikan ia sebaik-baik perhiasan di dunia, jika ia menjadi wanita sholihah.
Diantara penghargaan Islam kepada wanita adalah bahwasanya Islam memerintahkan kepada wanita hal-hal yang dapat memelihara, menjaga kehormatannya dan melindunginya dari lisan-lisan murahan, pandangan mata pengkhianat dan tangan-tangan jahat. Maka dari itu, Islam memerintahkan kepadanya berhijab dan menutup aurat, bukan malah mencari perhatian untuk dilihat kecuali oleh suaminya seorang yang telah berikrar dengan pejanjian yang kuat (mitsaqon ghaliza) untuk menjadi pemimpin, mau menanggung bebannya, menafkahinya, dan menjaganya hingga akhir hidupnya.
Dan untukmu wahai wanita, tidak perlu kamu menjadi apa yang ingin
dunia lihat, tak perlu kamu bersusah payah menjadi apa yang dunia katakan,
karena dengan hadirmu di dunia kamu telah begitu berharga. Pembangun peradaban
manusia, bahkan surga pun Ia titipkan dibawah telapak kakimu. Cukup Allah, dan
hanya Allah tempatmu mencari nilai.
Tak apa kamu tak terlihat dan tak diketahui penduduk bumi. Bukankah
hal yang berharga selalu tertutup dan tersimpan rapi?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar