Hijrah. Kata dengan pemaknaan yang luas namun sering kali kita sempitkan maknanya.
Hijrah, berpindah dari hal yang kurang baik kepada hal baik bukan semata-mata hanya sekedar penampilan fisik. Berpakaian yang berbeda dari biasanya, atau mengikuti kajian-kajian tertentu, misalnya. Ah, bukankah kitalah yang melabeli "pakaian hijrah" atau "dia telah berhijrah dan tidak berhijrah"?
Hijrah, berpindah dari hal yang kurang baik kepada hal baik bukan semata-mata hanya sekedar penampilan fisik. Berpakaian yang berbeda dari biasanya, atau mengikuti kajian-kajian tertentu, misalnya. Ah, bukankah kitalah yang melabeli "pakaian hijrah" atau "dia telah berhijrah dan tidak berhijrah"?
Kita terlalu sibuk menilai dan melabeli, hingga kita kadang lupa pada esensi pada "hijrah" itu sendiri, bahwa segala atriut yang ada adalah hanya bagian bukan keseluruhan. Bukankah setiap orang memiliki 'perjalanan' dan proses yang berbeda-beda? lantass mengapa kita begitu semena-mena memerikan sebuah nilai? Padahal kita yang melabeli tak selalu lebih baik atas apa yang kita beri label
Yang nampak tak selalu memperlihatkan yang sebenarnya, begitupun sebaliknya. Tugas kita hanya menjadi baik, bukan menjadi orang baik. Orang baik hanya penilaian yang ditangkap Indra. Sedangkan baik, kapanpun dimanapun ada dan tiadanya Indra lain yang menyaksikan ia akan tetap menjadi sebuah kebaikan.Daripada menilai hingga berujung mencari nilai, mengapa tak memilih untuk menjadikan diri lebih bernilai?
#Ramadhan1