Memasuki usia seperempat abad, banyak hal yang sepertinya sepele tapi bisa jadi renugan panjang. Hingga banyak hal yang mulai di khawatirkan, mulai banyak hal yang jadi bahan pertimbangan. Pada akhinya mulai ragu untuk melangkah, merasa stuck. padahal sebenernya nggak juga. Achievement yang di capai juga ada dan target yang ingin diraih juga beberapa sudah terpenuhi. Namun entah bagaimana rasanya ada yang kurang, kosong. Malah jatuhnya merasa nggak punya pilihan hidup selain yang di ditentukan oleh lingkungan, males kalau ditanya rencana masa depan.
Idul Adha kemarin setelah ikut ENJ, ada kesempatan buat pulang ke rumah. Akhinya dirumah yang begitu nyamannya munculah fikiran-fikiran itu kembali. Hingga akhirnya aku curhat sama temen yang emang dia sering jadi kuping buat dengerin sampah-sampahku, jawabin pertanyaan-pertanyaan ku yang nggak mutu.
Dan, jawaban dia atas segala curhatan dan kegalauanku cuma simple.
"Minta petunjuk sama yang di atas"
Pengen jitak dia rasanya! Sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama. Dari kegalauan ini, akhirnya iseng googling, dan ternyata itu adalah hal normal yang di rasakan oleh manusia yang sedang dan akan mencapai usia 25 tahun. Yup! Fase itu dikenal dengan fase krisis seperempat abad. (Silahkan googling sendiri ya kalau mau tau tentang quarter life crisis ini).
Memang simple sekali jawaban temanku tadi, tapi ada benarnya juga. Dari sekian rentetan kejadian yang aku alami, dan menginstrospeksi diri. Aku mungkin terlalu melihat orang lain, membandingkan pencapaian oang lain dan diriku sendiri, sehingga selalu merasa kurang terhadap diriku. Padahal, orang lain mungkin juga merasakan apa yang aku alami, tapi mungkin lebih pandai untuk mengatur bagaimana menyikaapinya. Ah, bukankah sangat wajar jika kita mengkhawatikan sebuah ketidak pastian?
Jadi, seperti kata temanku tadi... Minta petunjuk sama yang diatas (Allah). Pada siapa lagi kita meminta jawaban atas segala ketidak pastian kalau bukan kepada Ia yang mengatur seluruh kehidupan kita? Ya minta dulu sama Allah, dekati Allah. Perbaiki hubungan kita denganNya, mulai lagi memperbaiki sholat kita, tilawah kita, dan terus mengisstiqomahkan ibadah sunnah yang sudah kita jalankan.
selanjutnya? Fokus saja pada apa yang ingin kita raih, lakukan apa yang bisa kita lakukan saat ini.
Tentu saja ini bukan jawaban final atas fase ini, kita harus terus belajar dan belajar, karena ini hanyalah sebuah fase, jika kita mampu bijaksana dalam melewatinya tentu kita akan semakin siap menghadapi fase selanjutnya bukan?
-10.32pm