16
Agustus-26 Agustus 2017. Saya berkesempatan dan terpilih menjadi salah satu
delegasi kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta unuk menjadi peserta kegiatan
Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 yang diadakan oleh Kemenko Bidang Maritim
Republik Indonesia di pulau kangen. Berawal keinginan saya untuk menjadi bagian
barisan pemuda yang ingin berkonstribusi dalam kemajuan dan pembangunan negeri
saya mengikuti seleksi acara ini.
Ekspedisi ini, mengeksplore dan turut berkonstribusi untuk
majukan pulau-pulau 3T di Indonesia
melalui pogam-pogram yang dirrancang oleh peserta ENJ. Perjalanan kami
menggunakan kapal Sabuk Nusantara 27 selama 2 malam 3 hari, saya yang
sebelumnya belum pernah mengendarai kapal, perjalanan ini menempa pribadi saya.
Ketika itu gelombang laut begitu besar, sehingga banyak dari rombongan kami
yang sakit, temasuk saya yang mual karena ini pengalaman pertama saya. Namun
disinilah diri kami ditempa untuk saling peduli dan membantu satu sama lain
meski kondisi diri juga memerlukan bantuan. Kami juga berkesempatan untuk berkunjung di pulau sapeken meski hanya sebentar, kami mendapatkan keluarga baru disana.
Perjalanan yang terasa lama dan melelahkan terbayar sudah, ketika
kami kesokan harinya pada 17 Agustus 2017 merasakan khidmadnya mengikuti
upacara bendera dan merayakan hari kemerdekan Republik Indonesia disalah satu
pulau tertinggal Indonesia. Bersama jajaan pemerintah daerah, guu dan siswa SD,
SMP, dan SMA. Bertemu dengan masyarakat yang minim menggunakan bahasa
Indonesia, namun kami seolah melebur dan disatukan dengan lagu Indonesia Raya.
Kami disana melakukan program pada sektor pendidikan, kesehatan,
ekonomi, dan lingkungan. Saya berada pada divisi pendidikan sesuai bidang yang
saya geluti saat ini. Kami dari tim pendidikan berbagi kepada anak-anak tentang
penanaman rasa cinta tanah air melalui pengenalan Indonesia, Penanaman nilai-nilai
moral dan kebiasaan baik untuk menjaga Lingkungan. Memberikan sosialisasi
perguruan tinggi kepada siswa Sekolah Mengengah Atas. Juga pengelolaan rumah
baca dan menumbuhkan minat baca pada warga.
Awalnya, saya berfikir saya ingin bekonstribusi dan berbagi namun
saya lah yang banyak belajar dan mendapatkan lebih dari yang saya bagi. Saya
tidak meyangka bagaimana dogeng yang saya ceritakan kepada anak-anak bisa
begitu diingat oleh mereka dan diceritakan kepada orang tua mereka juga.
Lagu-lagu sederhana yang kami ajarkan jadi dilantunkan di sekolah dan
memudahkan mereka belajar, menurut guru kelas mereka. Informasi perguruan
tinggi yang selama ini kami anggap biasa saja, ternyata menjadi infomasi yang
berarti bagi mereka. Bahkan dari
pelafalan kata Endonesia menjadi Indonesia. Saya belajar banyak dari masyarakat
yang awalnya, saya rasa tidak ramah karena menggunakan bahasa daerah yang tidak
saya pahami dengan nada yang keras, ternyata begitu ramah, selalu menolong
kami, dan menjadi keluarga kami dan tetap berkirim kabar hingga saat ini.
Dari
sini saya bahwa keramahan, persaudaraan dan rasa bhineka tunggal ika masih
tetap ada di masyarakat Indonesia meski terkadang seolah mulai tergerus oleh
zaman. Terkagum dengan Indahnya alam dan kekayaan bumi Indonesia. Tentu tak lupa, saya bersyukur dipertemukan dengan team yang hebat, yang disana saya banyak belajar dengan anda tawa dan berbagai masalah yang datang kita tetap bertahan dan lalui. Bertemu dengan masyarakat dan keluarga baru yang membuat saya yakin bahwa dimanapun bumi Indonesia yang kau pijaki dan siapapun yang kamu temuai adalah keluargamu. ENJ! Bersama Membangun Negeri!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar