Siang ini baca berita yang judulnya "kisah hijrah artis nananaa". Sesuai judulnya,diberita itu diceritakan bagaimana artis tsb bisa hijrah, setelah dia menerima berbagai macam masalah setelah dia mengalami perceraian dengan istrinya, kekecewaan karena bergantung kepada manusia, merasa diperas padahal dia merasa tlah memberikan semuanya namun yg ada pengkhianatan, orang yang dicintai berselingkuh dibelakangnya. Hingga ia sadar bahwa ketika kamu bersandar pada manusia yang akan kamu temui hanyalah kekecewaan.
Buka hp,baca grup di WA, ada kisah seorang biarawati cerdas dan kritis yang sedang menempuh pendidikan di biara dan di seminari, mengambil fakultas Comparative Religion jurusan Islamologi, bermula dr surat Al ikhlas dia terus belajar dan semakin meragukan agamanya, sebaliknya malah semakin meyakini Islam hingga akhirnya memeluk agama Islam.
Dari berita itu kita sudah bisa mengambil sebuah hikmah, disisi lain aku juga merasa ditegur,dan diingatkan lagi..
MasyaAllah... Allah memberikan hidayah untuk siapapun yang Ia kehendaki. Pasti pernah dengarkan bahwa hidayah itu dicari? Sebenarnya apapun yang terjadi dalam hidup kita, selalu ada sisi-sisi kebaikan yang bisa kita dapatkan. Akan tetapi apakah kita mau mengambil dan menerima kebaikan-kebaikan yang hadir dalam hidup kita atau tidak, itu pilihan kita. Dan itu adalah sebuah hidayah yang harus kita jemput!
Bagi kita yang memang telah diberi hidayah oleh Allah baik berupa islam yang telah kita peluk sejak kita lahir, hidayah berupa jilbab, hidayah berupa belajar disekolah agama yang meskipun mungkin juga seolah semua bukan atas kemauan kita. Namun sebenarnya semua itu adalah hidayah dan anugrah dari Allah yang tidak semua orang diberi kesempatan dan kesadaran atas hal-hal tersebut. Lalu bagaimana dengan kita yang sudah mendapatkan kado hidayah dari Allah itu? Bagaimana jika kita tlah berislam berjilbab dan ada kesadaran untuk belajar islam. Sudah slesaikah hidayah untuk kita itu?
Hidayah, dari kata huda yang berarti petunjuk. Sering kali, kita hanya mengasumsikan hidayah dengan hal-hal yang seperti berislam, berjilbab, belajar agama. Padahal segala hal bisa kita ambil sebagai hidayah atau petunjuk kita untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Segala hal! Kita ditegur oleh seorang anak kecil karena kita tidak membuang sampah pada tempatnya- misalnya, itu juga sebuah hidayah. Petunjuk yang mengingatkan kita bahwa yang kita lakukan adalah suatu kesalahan, dan kita diingatkan pada hal yang benar. Namun sering kali kita abai, "aah.. Cuma sampah bungkus permen kecil, aah.. Yang ngingetin anak kecil..." Kita diingatkan untuk sholat tepat waktu, tapi sering kali kita abai "Ah, sholat nanti kan ga papa, toh masih masuk waktu sholat?". Kita melihat seorang cacat namun tetap bekerja keras tanpa meminta-minta. Itu juga sebuah hidayah agar kita juga bekerja keras, sedang kita diberi kesempurnaan fisik.
Begitulah, sebenarnya kita selalu dihujani hidayah oleh Allah tetapi apakah kita mau menerima dan mencarinya, atau malah sebaliknya tidak peduli dan membuangnya?
Bersyukurlah kita yang tlah Allah karuniakan kenikmatan terbesar dalam hidup ini, yakni kenikmatan Islam. Dan
semoga kita senantiasa memeluk erat setiap hidayah yang hadir pada kita, bukan malah melepasnya.. Menjaga semangat keimanan kita untuk terus bertaqwa kepada Allah SWT. Saling menasehati dan mengingatkan. Jalan ini Indah sekali, bukan?
barakallahuli wa lakum.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar