Bagaimana bisa kita bertemu jika bukan kebetulan takdir apa yang Ia rencana?
Bagaimana kita memberi arti pada setiap masa yang kita jalani bersama?
Bagaimana aku bisa berfikir akan berakhir bahkan kita tak pernah memulainya?
Antara ketidak mampuan dan takutku, jangankan untuk memulai, membayangkan pun aku tak berani..
Jangan kau tanya apa yang ku usahakan untuk itu, lewat lirih doa pun aku malu. Tapi dengan apa lagi jika bukan itu?
Tak mungkin matahari bumi bersatu jika bukan karena kehendakNya atau kiamat mulai menanda..
Sadar sesadar sadarnya bahwa logika tak mampu memanipulasi rasa.
Namun siapa bisa memilih kepada siapa untuk siapa.
Dan untuk kesekian kalinya jatuh dilubang yang sama, dan berharap jatuh sejatuh-jatuhnya.
Siapa kira siapa sangka dan siapa menduka?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar