Sabtu, 03 Juni 2017

Ramadhan 8 : L'effort Est ma force


Saya bukan lah orang yang pandai, moto saya hanya khairun naas anfauhumlinnas, sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Berusaha sekeras-kerasnya, berdoa sebanyak-banyaknya dan bertawakal kepada Allah dengan sepenuhnya adalah hal mutlak yang saya coba selalu lakukan. L'effort Est ma force, kerja keras adalah kekuatanku.

Pasti akan selalu ada hal-hal yang memandang sebelah mata atas kerja keras kita. Bahkan ketika yang kamu katakan kerja keras, mungkin akan ada yang nyeletuk “kerja cerdas dong” dan sebagainya. tak perlu dipungkiri juga, bahwa kebanyakan dari kita memang menilai dari hasil yang kita raih. Tak salah memang, hasil mmeupakan bukti sebuah usaha, bukan? Saya jadi ingat kata Aa Gym;
“Berbuat baik saja, akan selalu ada orang yang menganggap buruk. Jadi, untuk apa berbuat buruk yang sudah pasti buruk?”
Terkadang tak semua harus kita dengarkan, kita hanya punya dua tangan yang tak bisa menutup mulut setiap orang, kita punya dua tangan yang bisa kita gunakan untuk menutup telinga kita sendiri. Lagi pula jika kita menyakini bahwa Allah Maha tahu segalanya untuk apa kita khawatirkan penilaian manusia yang hanya tebatas indra?

Lantas bagaimana jika kerja keras yang tlah di upayakan tak kunjung menemui hasil yang di damba, namun caci kian membahana? Ingat Allah tak hanya perintahkan kita untuk ikhtiyar. Tapi masih ada do’a dan tawakal. Kita mudah sekali mengucapkan, ikhiyarr doa tawakal, namun apakah kita benar-benar telah berikhtiyar, berdoa, dan betawakal dengan sessungguh-sungguhnya?
Apakah ikhtiyar yang kita upayakan memang kita niatkan untuk ridhoNya? Apakah ikhtiyar yang kita perjuangkan sesuai dengan apa yang Ia titahkan?
Apakah doa-doa yang kita lantunkan sudah penuh dengan keyakinan bahwa doa kita akan Ia kabulkan? Apakah doa yang kita panjatkan kesunguhan, kesantunan dan penuh pengharapan? Jangan-jangan doa-doa itu hanya rutinitas pelengkap yang kau minta dengan sekenanya? Meminta agar harus tekabul, padahal engkau siapa, hanya peminta?!
Apakah tawakal kita hanya bertahan dibibir saja, namun ketika yang ada tak sesuai yang kau pinta kau begitu kecewa? Malah marah dan ingin menyerah? Atau ketika pinta yang kau ingini tiba, kau berpuas diri, terlena dan terhenti? padahal Allah memintamu jika kau tlah selesai satu urusan bergegaslah untuk urusan yang lain. (Ash-Sahrh:7)

Semoga keja keras yang menjadi kekuatan kita adalah kerja keras yang kita perjuangkan untuk meraih keridhoanNya, yang hasilnya bisa kita tuai juga di firdausNya. Bukan kerja keras yang  begitu nyata di mata manusia namun bagai debu yang berhamburan ketika kelak Ia menghisab amal-amal kita. Dan Katakanlah: “Bekerja-lah kamu , maka Allah dan rasul-nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaan-mu itu dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata lalu diberitakan-Nya kepada-kamu apa yang telah kamu kerjakan.” ( QS. At Taubah , 9 : 105 )

#SelfReminder

Tidak ada komentar:

Posting Komentar