Saya
bukan lah orang yang pandai, moto saya hanya khairun naas anfauhumlinnas, sebaik-baik
manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Berusaha sekeras-kerasnya, berdoa
sebanyak-banyaknya dan bertawakal kepada Allah dengan sepenuhnya adalah hal
mutlak yang saya coba selalu lakukan. L'effort Est ma force, kerja keras adalah
kekuatanku.
Pasti
akan selalu ada hal-hal yang memandang sebelah mata atas kerja keras kita.
Bahkan ketika yang kamu katakan kerja keras, mungkin akan ada yang nyeletuk “kerja
cerdas dong” dan sebagainya. tak perlu dipungkiri juga, bahwa kebanyakan dari kita
memang menilai dari hasil yang kita raih. Tak salah memang, hasil mmeupakan
bukti sebuah usaha, bukan? Saya jadi ingat kata Aa Gym;
“Berbuat
baik saja, akan selalu ada orang yang menganggap buruk. Jadi, untuk apa berbuat
buruk yang sudah pasti buruk?”
Terkadang
tak semua harus kita dengarkan, kita hanya punya dua tangan yang tak bisa menutup
mulut setiap orang, kita punya dua tangan yang bisa kita gunakan untuk menutup
telinga kita sendiri. Lagi pula jika kita menyakini bahwa Allah Maha tahu
segalanya untuk apa kita khawatirkan penilaian manusia yang hanya tebatas
indra?
Lantas bagaimana jika kerja keras yang tlah di
upayakan tak kunjung menemui hasil yang di damba, namun caci kian membahana? Ingat
Allah tak hanya perintahkan kita untuk ikhtiyar. Tapi masih ada do’a dan
tawakal. Kita mudah sekali mengucapkan, ikhiyarr doa tawakal, namun apakah kita
benar-benar telah berikhtiyar, berdoa, dan betawakal dengan
sessungguh-sungguhnya?
Apakah
ikhtiyar yang kita upayakan memang kita niatkan untuk ridhoNya? Apakah ikhtiyar
yang kita perjuangkan sesuai dengan apa yang Ia titahkan?
Apakah
doa-doa yang kita lantunkan sudah penuh dengan keyakinan bahwa doa kita akan Ia
kabulkan? Apakah doa yang kita panjatkan kesunguhan, kesantunan dan penuh pengharapan?
Jangan-jangan doa-doa itu hanya rutinitas pelengkap yang kau minta dengan
sekenanya? Meminta agar harus tekabul, padahal engkau siapa, hanya peminta?!
Apakah
tawakal kita hanya bertahan dibibir saja, namun ketika yang ada tak sesuai yang
kau pinta kau begitu kecewa? Malah marah dan ingin menyerah? Atau ketika pinta
yang kau ingini tiba, kau berpuas diri, terlena dan terhenti? padahal Allah
memintamu jika kau tlah selesai satu urusan bergegaslah untuk urusan yang lain.
(Ash-Sahrh:7)
Semoga
keja keras yang menjadi kekuatan kita adalah kerja keras yang kita perjuangkan
untuk meraih keridhoanNya, yang hasilnya bisa kita tuai juga di firdausNya.
Bukan kerja keras yang begitu nyata di
mata manusia namun bagai debu yang berhamburan ketika kelak Ia menghisab
amal-amal kita. Dan Katakanlah: “Bekerja-lah kamu , maka Allah dan rasul-nya
serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaan-mu itu dan kamu akan
dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata lalu
diberitakan-Nya kepada-kamu apa yang telah kamu kerjakan.” ( QS. At Taubah
, 9 : 105 )
#SelfReminder
#SelfReminder
Tidak ada komentar:
Posting Komentar