Kamis, 04 Januari 2018

Tetap Tinggal

Mungkin telah habis masa untukmu
Aku masih saja menghitung waktu
Aku tak tahu, bagaimana itu bisa kamu?
Bagaimana mungkin siapapun kemanapun berujung padamu

Lalu bagaimana denganku?
Haruskah aku tetap menunggu?
Bahwa tak ada tanda bahwa itu kamu
Juga tak ada ragu bila aku pilih tunggu

Nyaman.
Kata mereka aku harus pergi dari rasa itu.
Bukankah ketika pergi juga mencari kenyamanan yang baru?

Sepi.
Bersamamu aku bermain pada sepi hinggaku menikmati.
Meski sepi dalam ramai aku tak peduli.

Takdir.
Mau tak mau itu akan terjadi.
Diam atau berkata, tinggal atau pergi tak bisakah aku tetap disisi?

Pergi kau pada kesunyian yang tak pernah kau ungkapkan.
Jangan datang meski dalam fikran,
Meski tinggal tetap yang aku inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar