Sabtu, 25 April 2020

Membiasakan Benar

 Aku dan @rikoirwanto sering sekali diskusi dari mulai hal yang trending sampai yang nggak penting. Seperti beberapa hari yang lalu kami membahas tentang kalimat yang sering kita dengar, seperti "Eh lagi puasa nggak boleh bohong lho.." Memangnya sejak kapan berbohong dibolehkan juga ketika tidak berpuasa? Dimanapun ketidakjujuran bukanlah suatu tindakan yang dibenarkan. Komentar @rikoirwanto kala itu.

Aku menyadari bahwa banyak hal yang telah menjadi kebiasaan dan pemakluman meskipun hal tersebut keliru. Ketika kekeliruan itu dibenahi, maka menjadi terlihat begitu saklek dengan alasan bahwa hal tersebut sudah lumrah, biasanya akan dikomentari seperti; "Santai sih, orang-orang juga biasanya gitu"

Perubahan-perubahan besar dimulai dari hal-hal kecil, pun dimulai dari cara pandang kita dalam melihat sesuatu. Jika cara pandang kita terhadap sesuatu salah, maka akan menghasilkan tindakan yang salah pula. Dari tindakan menghasilkan kebiasaan, lalu menjadi sebuah budaya komunal. Bila kesalahan sudah membudaya tentu akan terus menghasilkan Kekeliruan-kekeliruan yang lain, bukan?

Mungkin beberapa siklus kehidupan rasanya kurang cukup untuk benar-benar mengerti 'hidup sadar', atau malah kita yang enggan memulai mempertanyakan kesadaran kita akan sesuatu, atau mungkin kita yang tak mau memperbaiki sesuatu yang terlanjur salah?
Mari berkontemplasi.

Semoga tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kesalahan sebesar apapun itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar