Pendidikan Revolusi Industri 4.0 dan Seterusnya
(Bukan judul makalah. Kwkwkw)
Pernahkah kita memikirkan mengapa kita harus berpendidikan? Apa sebenarnya tujuan dari sebuah pendidikan? Bukankah tujuan yang akan menggerakkan kita kemana kita akan melangkah?
Jika menelisik lebih dekat lagi, negara memiliki tujuan dalam pendidikan nasional yang termaktub dalam UU Sisdiknas no. 20 th 2003, yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sedikit yang kita garis bawahi tentang mengembangkan potensi. Belakangan ini rasa-rasanya pengembangan potensi peserta didik tak jauh-jauh dari kata "siap bekerja", bahkan sering jadi jargon-jargon institusi pendidikan. Ditambah kita sering sekali digaungkan tentang revolusi industri 4.0.
Rasanya menjadi klop sekali antara pendidikan yang dipersiapkan untuk bekerja dengan revolusi industri 4.0. Namun apakah iya, mengembangkan potensi hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar, pendidikan untuk memperoleh pekerjaan? Jika manusia berpengetahuan hanya diarahkan untuk bekerja, kesejahteraan diukur dengan berapa nilai mata uang yang di dapat, bagaimana dengan nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya memanusiakan manusia?
Maka tidak heran jika kita mendengar ungkapan "sekolah mematikan potensi" karena yang dinilai pintar Ia yang memiliki nilai matematika tinggi. Dan ungkapan ini masih relevan kan hingga saat ini?
Mengembangkan potensi berarti menembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki individu yang belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Bukan hanya mengembangkan pengetahuan-pengetahuan yang dipersiapkan untuk mendapatkan pekerjaan.
Waktu berputar, tak semua yang kita pelajari saat ini selaras dengan zaman. Namun ketika potensi setiap individu dikembangkan, ia akan senantiasa belajar dan siap menghadapi segala perubahan entah itu revolusi industri 4.0, 5.0 bahkan 9.0 sekalipun.
Dunia berubah, tapi manusialah yang menciptakan perubahan.
Selamat hari pendidikan nasional! :)