Dulu aku kira selesai dengan diri sendiri itu sudah mampu menyelesaikan urusan finansial sendiri (setidaknya kebutuhanmu sudah tidak ditanggung orang tua lagi), saat sudah mampu menentukan apa yang ingin dilakukan, dan sudah selesai dengan permasalahan-permasalahan pribadi. Namun ternyata setiap individu memiliki definisi 'selesai dengan diri sendiri' masing-masing.
Selesai dengan diri sendiri sering kali ku jadikan patokan jika ingin melangkah dan mengambil keputusan untuk menapaki fase selanjutnya, terutama menikah. Aku selalu meyakini bahwa menjadi baik, kuat, bukan menjadi tanggung jawab orang lain, tapi tanggung jawab diri kita masing-masing.
Tapi apakah iya kita benar-benar siap dan selesai dengan diri kita sendiri? Terkadang juga hal yang memang waktunya datang Ia akan tetap datang. Jadi, kesiapan ada juga karena 'keadaan'. Sulit menjelaskan seperti apa itu benar-benar siap. Lagi pula banyak hal yang tak terduga dalam hidup.
Dibayangkan masih lama, tiba-tiba datang ketika itu juga, lalu semesta membantumu menyelesaikan segalanya.
Lalu, apa yang perlu dipersiapkan? Dari beberapa hal yang aku pahami, kita bisa mempersiapkan sejauh apa yang kita tahu jika hal itu tiba-tiba datang menghampiri. Tentunya, dengan semaksimal mungkin yang kita bisa, tidak pula dengan memaksa.
Ada saatnya juga kita ikuti dan nikmati alur yang disuguhkan semesta. Toh, segala hal yang didatangkan untukmu karena sebenarnya kamu telah siap, cuma kadang suka ragu aja. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar