Jumat, 17 Februari 2017
Cinta Sempurna
Rabu, 15 Februari 2017
Jangan Lupa Bahagia!
Batas
Minggu, 12 Februari 2017
Aku pamit.
Perpisahan, untuk apa kata itu mencuat bila memang tak pernah memulainya?
Aku masih ingat bagaimana sapamu malam itu...
Masih belum ada riuh disana, yang ada hanya tanyaku kembali...
Hingga waktu terus menghujaniku dengan katamu yang tak pernah 'ramah' padaku, dengan pertemuan-pertemuan yang tak pernah kita reka...
Mengalir begitu saja tanpa muara, menyisakan riak dalam ketenangan...
Menyadari bahwa semua hanya sebuah kegamangan yang menyisakan tanya dan mungkin luka..
Aku tak tahu semua bermula darimana, karena sebenarnya kita tak pernah benar-benar memulainya...
Pamit, entah aku pamit pada siapa dan bagaimana..
Mungkin lebih tepatnya aku pamit pada diriku dan hatiku sendiri..
pamit pada sebuah ketidak pastian...
Berat kaki ini tuk pergi, karena langkah ini masih tertuju padamu, bersama bercak kenangan yang kau tingkalkan disana...
Aku tahu, kau mungkin juga tau, bahwa hati begitu cepat berbalik, bahwa semesta tak selalu mengamini...
Pergi, belajar mengikhlaskan, melogikan dan mempertanggung jawabkan setiap pilihan pada titah yang Ia tetapkan...
Harapan? Ah, untuk apa ada harap jika untuk selainNya?
Yang aku tahu entah jalan mana yang aku dan kamu tuju jika itu untuknya, ia akan kembali dan bermuara padaNya...
Memang tak harus aku atau juga kamu, mengikhlaskan setiap yang Ia torehkan adalah pelabuhan terbaik yang Ia tetapkan..
Aku pamit, entah pada siapa dan bagaimana...
Mungkin pada diriku, mungkin pada hatiku...
Sabtu, 11 Februari 2017
Apa kabar Istiqomah?
Minggu, 05 Februari 2017
Pertemuan Kita
Banyak kata yang tak bisa kita eja
Ada kalimat yang tak benar-benar termakna
Sendiri ia tak bermakna sama sekali
Bersama titik-titik lainnya ia hanya sunyi
Selalu ada terka yang tak mampu menjadi arti
Jika ada jawab selalu berujung tanya kembali
aku dan kamu selalu ada antara yang tak bisa dilalui
Kita, yang selalu berbatas entah jarak dan waktu yang kita ingini
Bila dalam maya yang kita hanya berkwan semu...
Bila jalan yang kita pilih tak pernah satu...
Berdamai
Hari ini, aku memilih untuk berdamai. Berdamai dari apapun, terutama berdamai dengan diri sendiri..
Berdamai dari rasa yang tak tentu, berdamai dari segala masalah yang aku paksa untuk segera berakhir, padahal aku tahu selalu ada proses panjang untuk sebuah akhir...
Berdamai, pada keinginan yang tergesa aku ingin meraihnya...
Hanya karena semua tak sesuai dengan harapmu bukan berarti semua selesai dan berakhir. Hanya karena semua semakin terasa pelik bukan berarti tak ada jalan keluar...
Tak perlu memaksakan diri untuk sebuah kesakitan, nikmati saja.. Nikmati setiap tikaman yang menghujam..
Nikmati setiap perih ketika kau berusaha mencabutnya..
Nikmati ketika luka itu mulai mengering meski kau tau akan ada bekas yang tak akan hilang disana...
Semua butuh proses, dan untuk sebuah penerimaan membutuhkan berlapis-lapis kesabaran yang terus dibangun dan dikuatkan...
Hingga akhirnya, kesabaran itulah yang akan menguatkan...
Maafkan, sedalam apapun luka itu, maaf adalah obat teramat perih yang pasti akan menyembuhkanmu..
Meluruhkan egomu, mematangkan nuranimu dan melegakan setiap beban hatimu...
Melepaskan, bukan sekedar merelakan.. Tapi ada kepasrahan dan penerimaan atas segala apapun yang Ia kehendaki dan alurkan pada skenario kehidupan...
Bismillaah... Irjii ila robbiki rodhiyatan mardhiyah..
