Jumat, 17 Februari 2017

Cinta Sempurna

Tulisan ini ditulis ditengah hiruk pikuk  ramainya semangat para anak dan orang tua untuk mengikuti tes masuk sekolah. Aku bagain dari keriuhan suasana itu,  karena pagi ini aku menemani si bungsu untuk mengikuti tes masuk SMA di sebuah pesantren tahfidz di Jogja.
Aku langsung teringat kedua orang tuaku yang sekarang dirumah.. 
Membayangkan bagaimana mereka sibuk menyiapkan berkas-berkas yang harus dipenuhi, mengirimnya ke pos, dan bersegera membayar ke ATM, minta surat keterangan sehat, dll. Memang adekku ini daftar di hari terakhir pendaftaran, jadi semuanya serba mendadak. Ingat kata ibu lewat telepon waktu itu. "Yaudah yaa, ibu mau istirahat dulu. Pusing dari tadi kesana kemari.." Ya Allah... Aku saja yang ketika itu diminta buat mendaftarkan dihari terakhir udah ogah-ogahan, udah pesimis, tapu orangtuaku demi mewujudkan keinginan adekku berusaha dengan sebegitunya..

Pasti dari kita ada kalanya bertanya mengapa orang tuaku tak seasyik orang tua mereka? Tak seperhatian orang tau teman kita yang selalu menanyakan apakah sudah makan atau belum dan lain sebagainya? Atau mengapa tak segaul orang tua mereka yang memamerkan keharmonisan keluarga lewat sosial media?
Ibuku pernah bilang, setiap orang menunjukkan kasih sayangnya dengan cara berbeda-beda. Orang tuamu sempurna sengan segala kekurangannya...Cintanya sempurna meski kadang tak terlisan dan teraba indra...
Kita memang tak bisa memilih dari orang tua mana kita dilahirkan, dari keluarga mana kita berasal.. Tapi kita bisa memilih untuk menjadi anak-anak sholih sholihah yang membanggakan dan bisa jadi harapan kelak dimasa depan....
Bu, pak, terimakasih telah menjadi sayap ketika kami ingin terbang dan siap menjadi oksigen yang membawa kehidupan ketika kami jatuh terhempas kelautan dalam..
Doamu, kasihmu.. Adalah jalan dan pelindung kami atas setiap langkah yang kami pilih... 
Karena bersama ridhomu ada keridhoanNya... :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar