Hari ini, aku memilih untuk berdamai. Berdamai dari apapun, terutama berdamai dengan diri sendiri..
Berdamai dari rasa yang tak tentu, berdamai dari segala masalah yang aku paksa untuk segera berakhir, padahal aku tahu selalu ada proses panjang untuk sebuah akhir...
Berdamai, pada keinginan yang tergesa aku ingin meraihnya...
Hanya karena semua tak sesuai dengan harapmu bukan berarti semua selesai dan berakhir. Hanya karena semua semakin terasa pelik bukan berarti tak ada jalan keluar...
Tak perlu memaksakan diri untuk sebuah kesakitan, nikmati saja.. Nikmati setiap tikaman yang menghujam..
Nikmati setiap perih ketika kau berusaha mencabutnya..
Nikmati ketika luka itu mulai mengering meski kau tau akan ada bekas yang tak akan hilang disana...
Semua butuh proses, dan untuk sebuah penerimaan membutuhkan berlapis-lapis kesabaran yang terus dibangun dan dikuatkan...
Hingga akhirnya, kesabaran itulah yang akan menguatkan...
Maafkan, sedalam apapun luka itu, maaf adalah obat teramat perih yang pasti akan menyembuhkanmu..
Meluruhkan egomu, mematangkan nuranimu dan melegakan setiap beban hatimu...
Melepaskan, bukan sekedar merelakan.. Tapi ada kepasrahan dan penerimaan atas segala apapun yang Ia kehendaki dan alurkan pada skenario kehidupan...
Bismillaah... Irjii ila robbiki rodhiyatan mardhiyah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar