Kamis, 05 April 2018

Untuk Bapak


Aku ingin kembali pada masa ketika duniaku hanya bapak dan ibu,
Memboceng motor tua bapak untuk turut serta sholat jumat di masjid,
Merenggek manja meminta es krim yang dibelikan bapak tiap sore,
Digendong punggung yang padanya aku aman tak kenal takut.

Aku tak ingin khawatir pada uban yang mulai tumbuh di rambut bapak,
Dan tak ingin mempercayai bahwa tubuh bapak mulai disapa kriput,
Benci bila sakit mendatangi dan menjadikan bapak semakin tak banyak bicara,
Aku kesal, mengapa pijatanku dipunggung bapak tak mampu meredakan lelahnya juga?

Aku rindu ketika pagi masih menggigil dipeluk sunyi,
Suara bapak membangunkanku kala adzan subuh riuh menyapa bumi,
Ayat alquran yang bapak baca untuk menyambut mentari diufuk,
dan kepulan teh hangat kesukaan bapak yang menemani obrolan kami.

Aku iri pada kabut, ia selalu mendengakan lantunan ayat-ayat yang bapak bacakan tiap pagi,
Sedang aku terbangun bukan karena suara bapak tapi atas mimpi yang ku rangkai sendiri,
Aku iri pada kabut, ia menemani bapak dari pergi ke surau hingga datang matahari,
Kini Aku bermil-mil jauh tak disamping bapak dan masih bergumul membangun mimpi.

Selamat ulang tahun bapak, hari yang mungkin tak selalu bapak ingat.
Bapak, syukur tak terhingga pada Allah jadikan kami anakmu.
Bapak, bangga kami karena menjadi bagian darah dagingmu.
Bapak, doa dan cinta kami melangit untukmu dan ibu, selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar