"Jika sesuau sudah menjadi rezeki sesorang, maka tidak akan sedikit pun tertukar dan hilang. Tapi yang membedakan rezeki dari setiap orang tersebut adalah 'bagaimana orang itu menjemputnya'. Misalnya, si A dengen si B mendapatkan uang dengan jumlah yang sama, dan sama-sama dapat digunakan untuk membayar biaya sekolah dan tentu keduanya bisa lulus sekolah, yang membedakan jika rezeki B itu dijemput dengan suatau cara yang tidak baik, bisa jadi ilmu yang mereka peroleh tidak ada kemanfaatan dan keberkahan disana, meski mereka terlihat sama-sama dapat lulus sekolah.”
Begitulah nasehat yang aku terima dari percakapanku melalui telepon dengan bapak. Seringkali kita kecewa dengan hal-hal yang tidak kita dapatkan, padahal konsepnya begitu sederhana. Jika tidak didapatkan berarti belum rejekinya. Allah Maha Adil dan tau kepada siapa seharusnya rejeki itu diturunkan, jika saja yang melihat dari sisi permukaan seolah aku lebih bekerja keras tapi malah orang lain yang mendapatkan. Padahal jika benar kamu sudah bekerja keras dan tidak mendapatkan dari apa yang kamu usahakan sekarang, bisa jadi rezeki yang kamu terima akan lebih besar dari apa yang kamu harapkan sekarang. Itu hukum alamnya, tidak akan tetukar. Dengan begitu, kita sudah tawakal atas segala hasil dan tidak kecewa jika hasil yang kita inginkan tak sesuai dengan yang kita harapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar