Sabtu, 04 April 2015

Emang kita punya presiden?


Bagi saya setiap tempat dan setiap yg saya temui adalah sumber ilmu...
Seperti pagi ini, di pasar. 
Saya memang jarang sekali ke pasar, krn memang saya anak kos yg jarang membeli bahan makanan dan jarang masak (baca: blm bisa masak). :P
Berbeda pagi ini, sy ke pasar krn ingin sekali makan jajanan pasar sejenis klepon, gethuk dkk yg jarang sy makan. Disinilah saya tersentak mendengar sayup-sayup suara ibu-ibu penjual saling berbincang.

"Lha piye, bensine wae mundhak kok saiki.. (Lha gimana, BBM nya saja naik sekarang?)"
kata ibu penjual sayur dan kebutuhan dapur menggebu-gebu.
"Lha mau gimana lg? Presidennya dr dulu juga sama aja." Sahut ibu2 penjual entah apa di sebelahnya.

Lihatlah pak presiden,lihatlah pak wakil..
Jika anda anggap kenaikan BBM adalah hal yg biasa, maka kami pun akan menganggap biasa bahkan tidak ada kehadiran anda.
Lalu untuk apa keberadaan anda disana, jika kami disini tak menganggap keberadaan anda?

Pak, kami memilih anda, karena kami merasa anda lah yang mewakili kami untuk memperbaiki negeri..
Kami memilih anda, karena anda lah yang kami anggap bisa membantu kami meringankan masalah negara ini..
Kami memilih anda, karena anda lah yang kami anggap mampu mendengar jerit pilu kesulitan kami...
Lalu, jika bukan suara rakyat yg anda dengar. Suara siapa lagi? 

________________

"Wes toh fa, wes toh.. mikir UTS wae, iku ben dipikir presiden."||
"Emang kita pny presiden?" 

Jogja, 310315

Tidak ada komentar:

Posting Komentar